JAYAPURA — Pos TNI-AL Skouw Sae di perbatasan RI-Papua Nugini kini tidak lagi hanya mengandalkan perahu motor berkekuatan 15 PK. Kodaeral X menggeser satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) bermesin ganda masing-masing 300 PK ke pos tersebut guna mengejar kapal penyelundup yang kerap melarikan diri ke perairan PNG.
Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto menyebut perairan sekitar perbatasan RI-PNG merupakan jalur rawan penyelundupan, khususnya narkotika jenis ganja yang berasal dari PNG.
Kapal Lama Tak Mampu Kejar Penyelundup
Sebelumnya, personel Pos Skouw Sae hanya diperlengkapi satu unit perahu motor dengan mesin 15 PK. Keterbatasan ini membuat aparat kesulitan saat menghadapi kapal penyelundup yang umumnya menggunakan mesin berkekuatan lebih besar.
"Walaupun demikian, anggota TNI AL berhasil mengamankan 14 kilogram ganja yang hendak diselundupkan dan dijual di Kota Jayapura," kata Sugianto kepada ANTARA di Jayapura, Rabu.
Ganja Sempat Dibuang ke Laut untuk Mengelabui Petugas
Insiden itu terjadi ketika tujuh warga PNG mencoba memasuki wilayah Indonesia dengan perahu motor bermesin 40 PK. Saat dikejar, para penyelundup membuang karung berisi ganja ke laut untuk mengecoh aparat sebelum akhirnya melarikan diri kembali ke perairan PNG.
Ganja yang dibuang tersebut kemudian dipungut dan diamankan ke Pos Skouw Sae sebagai barang bukti.
Kapal Cepat 600 PK untuk Operasi Kejar
Dengan tambahan RBB baru ini, jangkauan patroli TNI AL di perbatasan diharapkan lebih optimal. Kapal bermesin ganda itu mampu melaju lebih cepat dibanding kapal penyelundup, sehingga peluang lolosnya pelaku ke perairan PNG semakin tertutup.
Kodaeral X selama ini rutin menggelar operasi patroli terkoordinasi di wilayah perbatasan, termasuk Operasi Garuda Jaya dan Operasi Cenderawasih Jaya, untuk menekan peredaran narkoba serta barang ilegal lainnya dari PNG.