Pencarian

Bank Dunia: 9.000 Pemuda Kepulauan Solomon Cari Kerja per Tahun, Hanya 2.100 Lowongan Formal Tersedia

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:53:31 WIB
Bank Dunia: 9.000 Pemuda Kepulauan Solomon Cari Kerja per Tahun, Hanya 2.100 Lowongan Formal Tersedia
Bank Dunia mencatat sekitar 9.000 pemuda Kepulauan Solomon memasuki angkatan kerja setiap tahun, sementara hanya 2.100 lowongan formal tersedia.

JAYAPURA — Bank Dunia mendesak Pemerintah Kepulauan Solomon menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal. Kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lowongan kian melebar. Laporan bertajuk "Memanfaatkan Akar Pertumbuhan Baru" yang dirilis di Honiara, Sabtu (22/8/2026), mencatat sekitar 9.000 pemuda memasuki angkatan kerja setiap tahun, tetapi hanya 2.100 pekerjaan formal yang tercipta.

Pemulihan ekonomi negara berpenduduk 860.000 jiwa itu masih terbatas. Laporan Pembaruan Ekonomi menemukan pertumbuhan sangat bergantung pada sektor pertambangan, kiriman uang dari luar negeri, dan belanja infrastruktur publik. Sumber-sumber tersebut hanya menghasilkan lapangan kerja minim dan manfaatnya tidak merata di berbagai komunitas.

Pertambangan Kuasai Ekspor, Minim Serap Tenaga Kerja

Sektor pertambangan menyumbang lebih dari separuh total ekspor Kepulauan Solomon pada 2025. Angka ini melonjak tajam dibandingkan porsinya yang hanya empat persen pada 2019. Meski demikian, Bank Dunia mencatat industri ini membutuhkan investasi besar, tetapi hanya menciptakan sedikit kesempatan kerja bagi warga lokal.

Perwakilan Tetap Grup Bank Dunia untuk Kepulauan Solomon dan Vanuatu, Bernard Harborne, menyebut negara itu berada di persimpangan. Menurutnya, kemakmuran jangka panjang ditentukan oleh bagaimana pendapatan dari sumber daya alam dikelola dan diinvestasikan kembali.

"Kepulauan Solomon berada di titik balik penting. Negara ini mendapat manfaat dari sumber pertumbuhan baru, khususnya pertambangan, tetapi kemakmuran jangka panjang akan bergantung pada seberapa efektif pendapatan dari sumber daya alam dikelola dan diinvestasikan," kata Harborne dalam pernyataan resminya.

Cadangan Kas Pemerintah Hanya Cukup untuk Belanja Kurang dari Satu Bulan

Tekanan fiskal menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Cadangan kas pemerintah saat ini hanya mampu menutupi pengeluaran negara kurang dari satu bulan. Rasio utang publik telah mencapai 30 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2025.

Kondisi ini diperparah oleh menurunnya dana hibah, kenaikan biaya bahan bakar, dan guncangan ekonomi akibat perubahan iklim. Dampak Topan Tropis Maila yang baru-baru ini menerjang wilayah tersebut semakin mempertegas kebutuhan mendesak bagi Kepulauan Solomon untuk membangun kembali cadangan keuangannya. Laporan itu menekankan pentingnya kesiapan menghadapi krisis di masa depan tanpa bergantung pada bantuan eksternal.

Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Andalan Baru

Bank Dunia mengidentifikasi dua prioritas utama yang harus dijalankan pemerintah. Pertama, membangun kembali ketahanan fiskal agar negara memiliki sumber daya yang cukup untuk merespons guncangan ekonomi dan bencana alam. Kedua, memperluas basis ekonomi dengan fokus pada sektor-sektor produktif yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Peluang besar terbuka di sektor pertanian bernilai tinggi, perikanan, pariwisata, energi terbarukan, dan pengembangan usaha swasta. Untuk membuka potensi tersebut, laporan merekomendasikan penguatan tata kelola pertambangan, implementasi reformasi perpajakan, serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku bisnis lokal.

Investasi pada infrastruktur pendukung dan penciptaan lingkungan usaha yang lebih dapat diprediksi menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru. Tanpa langkah konkret, Bank Dunia memperingatkan kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan terus melebar. Generasi muda yang setiap tahunnya membanjiri pasar kerja menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks