JAYAPURA — Program ‘Melindungi Sumber Daya Air Tawar untuk Meningkatkan Ketahanan Iklim di Kepulauan Pasifik (PacFresH2O)’ resmi menyasar tiga provinsi di Kepulauan Solomon. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab tekanan berat pada sumber air tawar akibat perubahan pola curah hujan, kekeringan berkepanjangan, banjir, hingga intrusi air asin yang mengancam kualitas air minum warga.
Peluncuran program berlangsung di Honiara pekan lalu. Selain Kepulauan Solomon, program ini juga mendukung Papua Nugini dalam memperkuat ketahanan iklim melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Dampak Nyata di Wilayah Pedesaan dan Komunitas Rentan
Menteri Pertambangan, Energi, dan Elektrifikasi Pedesaan Kepulauan Solomon, Derrick Rawcliff Manuari, menegaskan bahwa keamanan air tawar adalah fondasi bagi kesehatan, martabat, dan mata pencaharian masyarakat pulau. Menurutnya, dampak perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah dirasakan langsung oleh warganya.
“Bagi Kepulauan Solomon, perubahan iklim bukanlah tantangan yang jauh; dampaknya sudah dirasakan oleh masyarakat kami melalui perubahan pola curah hujan, kekeringan, banjir, intrusi air asin, dan meningkatnya tekanan pada sumber air tawar kami,” ujar Manuari dalam pernyataan resmi yang dikutip Jubi dari RNZ Pasifik, Rabu (19/8/2026).
Dia menambahkan, program ini hadir di waktu yang krusial dan mendukung komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah pedesaan memiliki akses ke layanan air dan sanitasi yang aman serta tahan terhadap perubahan iklim.
Strategi Terpadu: Dari Solusi Berbasis Alam hingga Tata Kelola
PacFresH2O tidak hanya membangun infrastruktur fisik. Pendekatan yang dipakai menggabungkan pengelolaan sumber daya air tawar yang adaptif, peningkatan layanan WASH, penerapan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (IWRM), hingga Solusi Berbasis Alam yang melibatkan aksi langsung dari komunitas setempat.
Kepala program PacFresH2O, Charlotte Siegerstetter, menyebut program ini akan memberikan manfaat praktis dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Melalui program ini, kami akan mendukung solusi praktis yang dipimpin oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan keamanan air, memperkuat layanan Air, Sanitasi, dan Kebersihan yang tahan terhadap perubahan iklim,” katanya.
Investasi Jerman untuk Masa Depan Pasifik
Dukungan penuh datang dari pemerintah Jerman. Duta Besar Jerman untuk Australia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Naoero, Beate Grzeski, menyatakan bahwa investasi pada air tawar dan layanan WASH adalah investasi pada manusia.
“Investasi dalam air tawar dan layanan WASH yang tahan terhadap perubahan iklim merupakan investasi pada manusia, yang mendukung kesehatan, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Grzeski.
Ia menegaskan Jerman bangga bermitra dengan Kepulauan Solomon dalam upaya melindungi sumber daya alam paling berharga di negara tersebut. Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas negara dalam menghadapi krisis iklim yang dampaknya paling terasa di negara kepulauan Pasifik.