PAPUA — Jakarta akan memiliki panggung olahraga nasional baru di tepi pantai. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman, meninjau langsung kesiapan venue di Taman Impian Jaya Ancol pada 26 Agustus 2026. Peninjauan ini menjadi langkah konkret persiapan PON Pantai I/2026, ajang yang baru pertama kali digelar di Indonesia.
Sport Tourism di Kawasan Wisata Ancol
Pemilihan Ancol bukan tanpa alasan. Marciano menilai kawasan ini ideal karena mampu memadukan dua kepentingan sekaligus: kompetisi olahraga dan pariwisata. Konsep ini dinilai sebagai bentuk sport tourism yang efektif.
"Saya melihat Ancol adalah venue yang sangat siap dan ideal untuk PON Pantai pertama. Para pengunjung Ancol akan menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia bertanding. Ini merupakan Sport Tourism yang baik, karena performa atlet disaksikan di lokasi pariwisata sehingga ada nilai tambah di samping prestasi," ujar Marciano dalam keterangannya, Rabu (27/8).
Dengan konsep ini, pengunjung Ancol yang datang untuk berlibur bisa menyaksikan pertandingan dari jarak dekat. Atmosfer kompetisi menyatu dengan aktivitas rekreasi harian di kawasan seluas 83 hektare tersebut.
Daftar 10 Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
PON Pantai I/2026 akan mempertandingkan 10 cabang olahraga. Sebagian besar nomor yang dilombakan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di Ancol.
- Akuatik (open water swimming dan polo air)
- Selam
- Basket 3x3
- Bola tangan pantai
- Voli pantai
- Modern pentathlon
- Triathlon
- Teqball
- Rugby
- Layar
Target Satu Pekan dan Syarat Partisipasi
KONI Pusat menargetkan seluruh rangkaian pertandingan selesai dalam satu pekan. Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI Purn. Dr. Suwarno, menegaskan efisiensi waktu ini tidak mengurangi sasaran penyelenggaraan. "Manfaatkan apa yang sudah ada," tegasnya saat memimpin rapat teknis.
Empat target sukses ditetapkan untuk ajang perdana ini: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses perekonomian, dan sukses administrasi. Nomor pertandingan pun akan disesuaikan dengan potensi venue yang tersedia.
Aturan partisipasi juga mulai dipertegas. Setiap cabang olahraga hanya bisa dipertandingkan jika diikuti minimal lima provinsi. Ketentuan ini memastikan setiap nomor memiliki basis peserta yang memadai dan kompetisi berlangsung secara nasional.
Kolaborasi dan Persiapan Menuju November 2026
PON Pantai I/2026 merupakan hasil kolaborasi KONI Pusat, Pemerintah Provinsi dan KONI DKI Jakarta, serta Jaya Ancol. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, meminta seluruh pihak menjaga kerja sama karena edisi pertama akan menjadi tolok ukur penyelenggaraan berikutnya.
"Ini PON Pantai pertama, mohon kerja samanya karena ini akan membawa kesan baik untuk PON Pantai selanjutnya," kata Andri.
Rapat koordinasi teknis digelar di Bandar Djakarta setelah peninjauan venue. Marciano menekankan pentingnya perencanaan matang. "Perencanaan yang baik adalah awal keberhasilan event yang akan kita laksanakan," ujarnya.
Gagasan PON Pantai lahir dari celah kalender kompetisi nasional. Selama ini, Indonesia belum memiliki beach games di tingkat nasional, meski ajang serupa sudah ada di level internasional. PON Pantai I/2026 diharapkan menjadi titik awal ekosistem olahraga pantai yang lebih terstruktur dan membuka jalur pembinaan menuju prestasi internasional.
Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Jakarta pada akhir November 2026, Ancol akan menawarkan pengalaman berbeda: menonton atlet terbaik Indonesia bertanding sambil menikmati suasana pantai. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pertandingan dan akses dapat dipantau melalui kanal resmi KONI Pusat dan Taman Impian Jaya Ancol.