Pencarian

Pangdam XVII Cenderawasih Siagakan 2.190 Personel Gabungan Antisipasi Karhutla di Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah

Kamis, 27 Agustus 2026 • 20:28:31 WIB
Pangdam XVII Cenderawasih Siagakan 2.190 Personel Gabungan Antisipasi Karhutla di Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah
personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran disiagakan untuk mengantisipasi karhutla di tiga provinsi di Tanah Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menyiagakan 2.190 personel gabungan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Tanah Papua. Ratusan personel itu tersebar di wilayah kerja Kodam XVII Cenderawasih, meliputi Provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

JAYAPURA — Sebanyak 2.190 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Tanah Papua. Dari jumlah tersebut, 750 personel disiapkan khusus untuk mengamankan Kota Jayapura dan sekitarnya.

"Untuk di Kota Jayapura dan sekitarnya disiapkan sebanyak 750 personel, termasuk yang ikut apel kesiapsiagaan pengecekan antisipasi karhutla," kata Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang di Jayapura, Rabu.

Enam Titik Panas Terdeteksi, Seluruhnya Telah Dipadamkan

Berdasarkan pemantauan sepekan terakhir, enam titik panas (hotspot) sempat terdeteksi di sejumlah kawasan. Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, yakni empat titik. Sementara itu, Kabupaten Puncak dan Biak Numfor masing-masing tercatat satu titik api.

Pangdam XVII Cenderawasih memastikan seluruh titik api tersebut telah berhasil dipadamkan. Pemantauan berkala tetap dilakukan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian LHK, data satelit BMKG, serta laporan masyarakat dan unggahan media sosial.

Status Aman, tetapi Kewaspadaan Tetap Ditingkatkan

Kondisi terkini berdasarkan pemantauan Sipongi dan BMKG masih berada pada status aman dengan indikator hijau dan kuning. Angka tersebut relatif jauh lebih rendah dibandingkan provinsi lain, namun Pangdam menegaskan pihaknya tidak boleh lengah.

"Kita tidak boleh lengah dan tetap siaga penuh," ujarnya.

Sinergitas Lintas Sektor dan Dukungan 13 Batalyon TNI Penyangga

Penanganan karhutla mengedepankan sinergitas lintas sektor. Dari unsur TNI, kesiapsiagaan melibatkan jajaran korem, kodim, hingga 13 batalyon TNI Penyangga (Yon TP) yang berkolaborasi dengan Polri, BPBD, BNPB, Basarnas, Dinas Kehutanan, serta sukarelawan komunikasi dari ORARI dan RAPI.

21 Mobil Pemadam Kebakaran Disiapkan untuk Operasional Lapangan

Untuk menunjang operasional lapangan, tim siaga telah menginventarisasi sejumlah armada dan peralatan. Tercatat 21 mobil pemadam kebakaran disiapkan, didukung truk tangki air, ambulans, mesin pompa air (alkon), alat komunikasi, serta tim kesehatan instansi.

Opsi dukungan udara maupun teknologi modifikasi cuaca (TMC) akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan oleh Kodam XVII Cenderawasih.

Masyarakat Diminta Hentikan Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar

Pangdam XVII Cenderawasih mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Pembakaran sampah tanpa pengawasan juga diminta untuk dihindari.

"Masyarakat diminta aktif menjaga lingkungan dan menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, termasuk membakar sampah tanpa diawasi," kata Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks