Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya menyiagakan 500 personel gabungan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Kesiapsiagaan ini ditandai dengan apel bersama yang melibatkan TNI-Polri, Pemda Biak Numfor, Basarnas, dan masyarakat.
BIAK — Sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Mereka dibekali pemadam kebakaran, water canon, serta peralatan penunjang lainnya.
Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengatakan, kesiapsiagaan personel itu ditandai dengan apel bersama yang melibatkan TNI-Polri, Pemda Biak Numfor, Basarnas, dan masyarakat.
Musim Kemarau Membuat Lahan Mudah Terbakar
Arjuna menekankan pentingnya kewaspadaan karena saat ini wilayah Biak sedang memasuki musim kemarau. Kondisi itu membuat lahan, terutama yang ditumbuhi semak belukar, sangat mudah terbakar.
Ia mengingatkan warga agar berhati-hati saat membakar sampah dan tidak meninggalkannya sebelum api benar-benar padam. Sebab, api yang membesar dapat dengan cepat meluas dan memicu kebakaran yang lebih besar.
Warga Diminta Segera Lapor Jika Melihat Asap
Masyarakat diimbau untuk segera melapor apabila melihat kepulan asap yang membumbung tinggi. Laporan dini dinilai penting agar api dapat ditangani sebelum kebakaran meluas ke area yang lebih besar.
"Segera lapor bila melihat asap, apalagi bila cukup tebal sehingga dapat segera ditangani sebelum membesar," ujar Arjuna.
Dengan koordinasi lintas instansi dan partisipasi aktif warga, diharapkan potensi karhutla di Biak Numfor dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung.