JAYAPURA — Partisipasi Taiwan dalam forum internasional kembali memicu ketegangan diplomatik di Pasifik. Lin Chia-lung dijadwalkan memimpin delegasi dalam Dialog Taiwan/ROC dengan Negara-Negara Forum Kepulauan Pasifik ke-30 yang diselenggarakan Sekretariat PIF. Ia juga akan menghadiri Pacific Prosperity Exhibit atas undangan pemerintah Palau.
Taiwan memanfaatkan ajang ini untuk memamerkan hasil kerja samanya di kawasan. Cakupannya meliputi ketahanan digital, energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, adaptasi perubahan iklim, layanan kesehatan cerdas, hingga pemberdayaan sosial. Delegasi yang dikirim pun solid, terdiri dari perwakilan Federasi Kamar Dagang Taiwan di Asia, anggota Panshi Association, serta pelaku industri energi, teknologi, pangan, konstruksi, dan pertanian organik.
China Desak PIF Patuhi Resolusi PBB 2758
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan posisi Beijing yang konsisten. Ia merujuk pada Resolusi Majelis Umum PBB 2758 yang menurutnya menjadi norma dasar hubungan internasional dan konsensus global yang berlaku.
"China mendesak Sekretariat PIF untuk mematuhi prinsip satu China dan menangani isu-isu terkait Taiwan dengan tepat," demikian pernyataan Guo Jiakun yang dikutip Kantor Berita Xinhua. Beijing menilai langkah Taiwan ini berpotensi mengganggu perkembangan hubungan yang sehat dan stabil antara China dan PIF.
Hanya Tiga Negara Pasifik yang Akui Taiwan
Saat ini, hanya tiga negara Kepulauan Pasifik yang menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi dengan Taiwan: Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall. Palau memiliki hubungan asosiasi bebas dengan Amerika Serikat, di mana AS bertanggung jawab atas pertahanan wilayahnya. Kedekatan ini membuat Palau lebih condong ke Taiwan dibandingkan China.
Sebaliknya, tercatat 11 negara di kawasan yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRC). Negara-negara tersebut adalah Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kiribati, Negara Federasi Mikronesia (FSM), Samoa, Tonga, Kepulauan Cook, Niue, dan Nauru yang kembali menjalin hubungan diplomatik sejak Januari 2024.
Taiwan Tegaskan Komitmen sebagai Mitra Pembangunan Pasifik
Melalui partisipasinya, Taiwan menegaskan komitmen jangka panjang sebagai "mitra pembangunan" bagi kawasan Pasifik. Taiwan mengklaim telah lama mendukung 2050 Strategy for the Blue Pacific Continent yang diusung PIF. Mereka juga terus berkontribusi dalam berbagai inisiatif bersama, termasuk Pacific Resilience Facility (PRF).
Program beasiswa, pelatihan profesional, tata kelola publik, dan kerja sama teknologi menjadi instrumen Taiwan untuk berbagi pengalaman dengan negara-negara anggota PIF. Langkah ini disebut-sebut sebagai wujud nyata semangat "Diplomasi Komprehensif" untuk bersama-sama meningkatkan ketahanan pembangunan kawasan.
Sebagai catatan, tahun lalu Taiwan dilarang menghadiri pertemuan tahunan PIF yang diselenggarakan Kepulauan Solomon menyusul protes keras dari China. Keputusan Palau menerima delegasi Taiwan tahun ini pun menjadi sorotan di tengah persaingan pengaruh kedua negara adidaya di kawasan Pasifik. (*)