Pencarian

500 Hektare Sawah di Merauke Gagal Panen Akibat Kemarau, Petani Salah Prediksi Cuaca

Senin, 07 September 2026 • 18:46:01 WIB
500 Hektare Sawah di Merauke Gagal Panen Akibat Kemarau, Petani Salah Prediksi Cuaca
Seorang petani memeriksa tanaman padi yang mengering di lahan persawahan yang gagal panen di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

JAYAPURA — Dinas Pertanian, Pangan dan Kelautan, Perikanan (DP2KP) Papua Selatan mencatat sekitar 500 hektare lahan persawahan di Kabupaten Merauke terdampak gagal panen. Kekeringan yang dipicu kemarau berkepanjangan membuat tanaman padi tidak dapat berproduksi maksimal.

Paino menjelaskan, musibah ini berawal dari kesalahan petani dalam memprediksi cuaca. Saat masa tanam, saluran irigasi masih dialiri air, namun hujan tak kunjung turun hingga menyebabkan kekeringan di sejumlah embung.

Embung dan Irigasi Mulai Mengering

"Memang benar dampak kemarau mulai dirasakan hingga menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah di Kabupaten Merauke," kata Paino, Minggu.

Akibat tidak adanya pasokan air, bulir padi tidak terisi sempurna. Paino menambahkan, di beberapa titik yang masih memiliki cadangan air, tanaman padi tetap tumbuh, tetapi hasilnya jauh dari maksimal.

Merauke Andalan Produksi Beras Papua Selatan

Kabupaten Merauke selama ini dikenal sebagai lumbung pangan dan penghasil beras utama di wilayah Papua Selatan. Ribuan petani menggantungkan hidupnya pada sektor persawahan di daerah tersebut.

Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi ketahanan pangan lokal. Pasokan beras dari Merauke biasanya memenuhi kebutuhan beberapa kabupaten tetangga di wilayah selatan Papua.

Harapan Petani Menanti Hujan Turun

Paino berharap curah hujan segera turun dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan hujan segera turun agar air di irigasi maupun embung kembali terisi sehingga dapat dipompa untuk mengairi sawah," ujarnya.

Para petani di sejumlah distrik kini hanya bisa menunggu dan berharap musim hujan segera tiba. Jika kemarau masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, luas lahan gagal panen dikhawatirkan akan terus bertambah.

Pemerintah daerah melalui DP2KP Papua Selatan masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap luas lahan terdampak dan jumlah petani yang mengalami kerugian akibat bencana kekeringan tahun ini.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks