NABIRE, 01 May 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk melaksanakan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas, dengan prioritas utama pada Orang Asli Papua (OAP). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap kebijakan daerah sejalan dengan semangat Otonomi Khusus di Bumi Cenderawasih.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele, menyatakan bahwa arah pembangunan daerah ke depan tidak boleh hanya sekadar seremoni administratif. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H, dalam penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Tengah di Nabire, Kamis (30/4/2026).
Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah
Dalam forum strategis tersebut, dr. Silwanus Soemoele mengungkapkan bahwa Pemprov Papua Tengah telah menetapkan tema pembangunan untuk tahun 2027, yakni "Penguatan ekonomi lokal dan daya saing daerah berbasis potensi wilayah". Tema ini dipilih sebagai landasan untuk mendorong pembangunan yang bertumpu pada kekuatan lokal dan kearifan budaya masyarakat setempat.
Menurut Silwanus, pemanfaatan optimal sumber daya daerah harus menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri. Pemerintah ingin memastikan bahwa potensi alam dan kreativitas masyarakat di tingkat akar rumput mendapatkan dukungan penuh melalui kebijakan yang terintegrasi. "Tema ini menjadi komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang bertumpu pada kekuatan lokal, kearifan budaya, serta pemanfaatan optimal sumber daya daerah," ujar Silwanus di hadapan para peserta Musrenbang.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pembangunan di Provinsi Papua Tengah akan selalu berpegang pada prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Fokus utamanya adalah menciptakan program yang berorientasi hasil, tepat sasaran, transparan, serta akuntabel. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun administratif kepada masyarakat Papua Tengah.
Optimalisasi Dana Otsus untuk Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Salah satu poin krusial dalam perencanaan pembangunan ini adalah pengalokasian Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang lebih efektif. Pemprov Papua Tengah memfokuskan penggunaan dana tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat asli Papua melalui empat sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur dasar.
Silwanus menjelaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi provinsi baru ini. Melalui sektor pemberdayaan ekonomi, pemerintah berharap OAP dapat menjadi aktor utama dalam perputaran ekonomi di daerahnya sendiri. Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar akan difokuskan untuk membuka aksesibilitas wilayah yang selama ini masih terisolasi.
"Ke depan, pelaksanaan pembangunan di Papua Tengah akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya orang asli Papua. Seluruh program harus menyentuh kebutuhan mendasar warga di kampung-kampung," tegas Silwanus. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana perubahan positif yang terjadi di tengah masyarakat.
Sinergi dengan MRP dan Penajaman Program Daerah
Pemprov Papua Tengah juga memberikan perhatian serius terhadap peran Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam proses perencanaan pembangunan. Silwanus mengingatkan bahwa keterlibatan anggota MRP dalam setiap pelaksanaan musrenbang, terutama di tingkat kabupaten, adalah sebuah kewajiban konstitusional sesuai dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus.
Menurutnya, MRP memiliki peran sentral dalam memberikan pertimbangan dan menyuarakan aspirasi murni masyarakat adat. Oleh karena itu, pemerintah daerah di tingkat kabupaten diwajibkan untuk mengundang anggota MRP dalam forum-forum musrenbang khusus. Hal ini penting agar kebijakan yang diambil tidak berbenturan dengan nilai-nilai adat dan kepentingan masyarakat lokal.
Sebagai penutup, seluruh hasil kesepakatan yang dicapai dalam Musrenbang Otsus dan RKPD ini akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen perencanaan daerah. Dokumen tersebut nantinya menjadi pedoman baku bagi setiap perangkat daerah dalam menjalankan program kerja di lapangan. Silwanus berharap para pengambil kebijakan dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan secara jeli agar program yang disusun benar-benar menjadi solusi bagi tantangan di Papua Tengah.