PAPUA — Penanaman massal itu melibatkan sekitar 250 peserta dari organisasi perangkat daerah, BUMN, komunitas masyarakat, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kegiatan ini difokuskan di kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji yang mengalami kerusakan parah akibat sedimentasi dan matinya ratusan pohon setelah banjir bandang.
Banjir November 2025 Tinggalkan Kerugian Rp33 Triliun
Mahyeldi menyebut bencana yang melanda Sumbar pada akhir tahun lalu menjadi alarm keras bagi pemerintah dan masyarakat. "Pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda setelah banjir dan longsor meninggalkan jejak kerusakan besar di berbagai wilayah Sumbar," ujarnya di sela-sela acara penanaman.
Menurutnya, angka kerugian Rp33 triliun mencakup kerusakan infrastruktur, permukiman, dan lahan produktif. "Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang untuk pengendalian iklim karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia," tegas eks Wali Kota Padang itu.
Sungai Batang Kuranji Terancam Pendangkalan
Gubernur secara spesifik menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir. Ia mendesak pengerukan segera dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung sungai. "Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menambahkan bahwa penanaman 1.000 bibit pohon merupakan bagian dari revitalisasi kawasan sempadan sungai. "Ratusan pohon mati akibat terendam banjir. Kegiatan ini untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan," jelasnya.
Pokdarwis Targetkan Hutan Kota Jadi Green Forest City
Ketua Pokdarwis Kota Padang, Renaldo Saputra Leo, berharap aksi ini menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang. "Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menekankan keterlibatan generasi muda dalam setiap program rehabilitasi lingkungan. Menurut Renaldo, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar upaya pemulihan berkelanjutan tidak berhenti pada seremoni belaka.