PAPUA — Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Ricky Prawiro, mengungkapkan fakta tersebut kepada GridOto.com beberapa waktu lalu. Menurutnya, pasar mobil listrik bekas di Jakarta saat ini tengah bergairah.
"Cepat, kalau Jakarta mah cepat, cepat banget," ujar Ricky.
Stok Minim Lawan Permintaan Tinggi
Ricky menjelaskan, faktor utama yang membuat mobil listrik bekas cepat laku adalah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Unit bekas yang tersedia masih sedikit, sementara jumlah pembeli terus bertambah.
"Paling lama juga seminggu, cepat banget. Karena mobil bekas listrik itu masih sedikit, sedangkan peminatnya banyak, apalagi Jakarta," jelasnya.
Ganjil Genap dan Harga BBM Dorong Peminat
Kebijakan ganjil genap di Jakarta menjadi salah satu pendorong utama. Mobil listrik bebas dari aturan tersebut, sehingga menjadi pilihan praktis bagi pengendara yang ingin leluasa bepergian setiap hari.
"Jakarta kan ada ganjil genap, orang pasti cari," kata Ricky.
Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa bulan terakhir ikut mengubah pertimbangan konsumen. Biaya operasional mobil listrik yang lebih rendah dinilai lebih ekonomis untuk penggunaan harian di tengah harga BBM yang terus naik.
Perputaran Cepat, Harga Masih Premium
Meski perputarannya cepat, Ricky tidak menyebut secara spesifik kisaran harga mobil listrik bekas di pasar. Namun, ia menegaskan bahwa tren ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi mobil listrik semakin tinggi.
Kondisi ini berbeda dengan pasar mobil bekas konvensional yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli. Dengan stok yang masih terbatas, mobil listrik bekas menjadi barang yang dicari, bukan sebaliknya.