ILAGA — Tokoh adat di Kabupaten Puncak mengambil peran aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah. Dalam sebuah kegiatan bakti sosial pembagian sembako di Ilaga, Selasa (7/7/2026), perwakilan Suku Besar Abelom Kogoya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan tidak mudah terpengaruh oleh tindakan yang dapat mengganggu keamanan.
Menurut Abelom, stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama agar aktivitas warga berjalan normal. Ia mencontohkan distribusi kebutuhan pokok, pelayanan pemerintah, hingga anak-anak bisa bersekolah tanpa hambatan.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kedamaian. Jika daerah aman, anak-anak dapat bersekolah, masyarakat dapat bekerja dan berkebun, serta pembangunan dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga,” ujarnya.
Sinergi Tokoh Adat dan Pemerintah Daerah
Pernyataan Abelom sejalan dengan arahan Bupati Puncak Elvis Tabuni saat peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Polres Puncak pada 1 Juli 2026. Saat itu, Elvis menekankan bahwa kepala suku merupakan ujung tombak pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Bupati berharap para kepala suku terus meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. Peran mereka dinilai krusial dalam menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta mengajak warga mendukung program pembangunan.
Keamanan adalah Tanggung Jawab Bersama
Dalam kesempatan yang sama, Abelom menegaskan bahwa jaminan keamanan berada di tangan negara. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga Kabupaten Puncak tetap aman dan damai.
“Apabila keamanan tetap terjaga, maka aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik, termasuk distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan bakti sosial di Ilaga ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat. Dukungan dari tokoh adat diharapkan mampu menjadi penggerak dalam memperkuat persatuan serta menjaga situasi kondusif agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud.