PAPUA — Pengiriman bantuan tersebut merupakan kloter terakhir penerbangan pada Sabtu malam. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan seluruh logistik dikirim menggunakan pesawat Hercules dalam beberapa kloter penerbangan di hari yang sama.
"Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga," ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).
Instruksi Presiden: Pejabat Tinggi Turun Langsung ke Lokasi
Presiden Prabowo tidak hanya memerintahkan pengiriman bantuan. Ia menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas untuk terbang ke NTT pada hari kejadian.
Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Sosial juga diikutkan dalam rombongan tersebut, bersama unsur PLN, Pertamina, dan Telkom. Langkah ini diambil agar pemulihan infrastruktur dasar seperti listrik, bahan bakar, dan telekomunikasi bisa segera dipulihkan.
3.500 Personel Gabungan Dikerahkan ke Flores
Di sisi lain, TNI dan Polri mengerahkan lebih dari 3.500 personel pada Sabtu (15/8) untuk membantu evakuasi dan pemulihan. Mereka disebar ke sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores, termasuk Manggarai, Maumere, dan daerah lain di NTT.
"Langsung di hari kejadian, TNI Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 prajurit ke berbagai daerah di Flores pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT," pungkas Teddy.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Penanganan
Presiden Prabowo terus mendorong kerja sama lintas sektor dalam penanganan pascagempa. Instruksi ini mencakup koordinasi antara kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, BUMN, serta aparat keamanan agar bantuan tepat sasaran.
Langkah percepatan ini menjadi penting mengingat kondisi geografis NTT yang tersebar antar pulau. Distribusi logistik dan akses ke lokasi terdampak menjadi tantangan utama dalam operasi kemanusiaan kali ini.
Pemerintah memastikan proses evakuasi dan pemulihan akan terus berlanjut, dengan prioritas pada wilayah yang paling parah terdampak gempa.