Pencarian

Kenaikan Harga RAM Ancam Masa Depan Handheld Gaming PC, Steam Deck dan Legion Go 2 Ikut Terdampak

Minggu, 16 Agustus 2026 • 19:05:02 WIB
Kenaikan Harga RAM Ancam Masa Depan Handheld Gaming PC, Steam Deck dan Legion Go 2 Ikut Terdampak
Harga Steam Deck naik hingga US$789 menyusul krisis harga RAM global yang membebani biaya produksi handheld gaming PC.

PAPUA — Harga komponen memori yang meroket sepanjang 2025-2026 telah mengubah lanskap harga perangkat handheld gaming PC secara drastis. Fenomena ini tidak hanya menyentuh produk kelas atas, tetapi juga perangkat yang selama ini dikenal sebagai pilihan terjangkau seperti Steam Deck.

Dampak Harga di Berbagai Lini Produk

Valve selaku pengembang Steam Deck telah menaikkan harga perangkatnya hingga US$300, membuat konsumen harus merogoh kocek minimal US$789 (sekitar Rp12,6 juta) untuk mendapatkan unit baru. Angka ini dinilai tidak lagi kompetitif, terutama ketika Asus ROG Ally versi non-X masih dijual dengan harga US$599 (sekitar Rp9,6 juta).

Di segmen atas, situasi tidak kalah mencekam. MSI Claw 8 EX AI+ yang ditenagai chip Intel Arc G3 Extreme dibanderol US$1.799 (sekitar Rp28,8 juta), lebih dari dua kali lipat harga pendahulunya yang diluncurkan di angka US$899. Sementara itu, Lenovo Legion Go 2 dengan layar OLED kini mencapai US$1.999 (sekitar Rp32 juta) di Best Buy, meski performanya diakui lebih rendah dibanding kompetitornya.

Akar Masalah: Biaya Produksi yang Tak Seimbang

Kenaikan harga ini berakar pada krisis RAM yang melanda industri. Berbeda dengan PC desktop kelas atas, biaya RAM pada handheld gaming PC memiliki porsi yang jauh lebih besar terhadap total biaya produksi. Kenaikan harga modul 32GB dari US$150 menjadi lebih dari US$400 berdampak signifikan pada perangkat yang dibanderol US$800, sementara dampaknya relatif kecil pada PC tower seharga US$3.000.

Analis industri mencatat bahwa tiga produsen RAM terbesar dunia telah menjual habis kapasitas produksi mereka hingga 2027. Artinya, tekanan harga ini diprediksi akan berlanjut dalam jangka panjang dan kecil kemungkinan harga akan kembali normal dalam waktu dekat.

Performa yang Meningkat, Harga yang Mengkhawatirkan

Di tengah krisis harga, perkembangan teknologi handheld justru menunjukkan kemajuan pesat. MSI Claw 8 EX AI+ berhasil mengungguli semua perangkat bertenaga AMD Z2 Extreme dalam pengujian performa, mampu menjalankan game di pengaturan di atas minimum dengan frame rate yang stabil. Sistem operasi juga semakin matang, dengan Xbox Ally X membawa antarmuka ramah kontroler ke Windows untuk pertama kalinya.

Namun, peningkatan performa ini tidak serta-merta membenarkan lonjakan harga yang ekstrem. Jackie Thomas, Hardware and Buying Guides Editor di IGN, menyoroti bahwa meskipun Claw 8 EX AI+ memiliki performa terbaik di kelasnya, harga yang lebih dari dua kali lipat pendahulunya sulit untuk dibenarkan.

Masa Depan Handheld di Tengah Ketidakpastian

Pasar handheld gaming PC kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, konsumen mulai mempertanyakan nilai beli perangkat yang harganya mendekati PC desktop dengan performa lebih tinggi. Di sisi lain, produsen seperti Lenovo dan Asus harus mempertimbangkan apakah segmen ini masih layak untuk terus dikembangkan.

Asus melalui lini Xbox Ally menjadi satu-satunya produsen yang belum menaikkan harga di pasar Amerika Serikat, meski laporan Windows Central menyebutkan kenaikan sudah terjadi di beberapa region lain. Namun, banyak pengamat meragukan kebijakan ini akan bertahan lama mengingat tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

Jika tren ini berlanjut, eksistensi handheld gaming PC sebagai perangkat pendamping yang fleksibel—bukan pengganti PC utama—akan semakin terancam. Konsumen yang sebelumnya melihat Steam Deck sebagai investasi masuk akal untuk bermain game indie dan judul AAA sekunder, kini harus berpikir ulang ketika harga perangkat tersebut mendekati angka US$1.000.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ign.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks