SERUI — Persoalan fasilitas transportasi darat dan laut di Kawasan Cina Tua, Kabupaten Kepulauan Yapen, kembali mengemuka. Anggota DPRK setempat, Rian Hendrik, turun langsung ke lokasi untuk menyerap keluhan para pengemudi ojek dan moteres yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian di pangkalan tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung Rabu (19/8), sejumlah aspirasi mengalir dari para pengemudi dan pengguna jasa. Mulai dari kondisi tenda yang memprihatinkan, ketersediaan tempat duduk, hingga kebutuhan mendesak akan fasilitas toilet bagi penumpang yang menunggu kapal.
Jadwal Spit Serui-Waropen Jadi Harapan Utama Moteres
Hein Raweyai, moteres rute Serui-Waropen pulang-pergi (PP), menyampaikan harapan agar jadwal keberangkatan spit dikembalikan seperti tahun sebelumnya. Ia menilai kepastian jadwal, yakni setiap Senin dan Jumat, berdampak langsung pada pemasukan para pengemudi.
"Dengan adanya jadwal yang jelas, kami bisa mendapatkan pemasukan dan aktivitas transportasi dari arah Serui menuju Waropen maupun sebaliknya dapat kembali berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia menambahkan, penumpang yang hendak menyeberang juga kerap kesulitan saat menunggu keberangkatan. Tidak adanya toilet membuat mereka terpaksa menumpang ke rumah warga sekitar pangkalan.
Kondisi Pangkalan Ojek Dinilai Memprihatinkan
Keluhan serupa datang dari Stefanus Renol Maay, seorang pengemudi ojek di pangkalan Cina Tua. Menurutnya, tempat yang menjadi lokasi menunggu penumpang sekaligus beristirahat itu sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Ia berharap perbaikan segera dilakukan, terutama untuk tempat berteduh dan fasilitas pendukung lainnya yang menunjang aktivitas mereka sehari-hari.
Rian Hendrik: Aspirasi Akan Diperjuangkan di DPRK
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rian Hendrik menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari tugasnya memastikan persoalan masyarakat terdengar langsung. Ia menyebut peninjauan ini dilakukan di sela waktu luangnya.
"Peninjauan ini kebetulan pas waktu kosong, tujuannya untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat, baik dari para pengemudi ojek maupun moteres," jelas Rian Hendrik.
Politisi itu berjanji akan membawa seluruh catatan keluhan ini ke lembaga DPRK Kepulauan Yapen. Menurutnya, fasilitas transportasi yang layak bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga kenyamanan bagi mereka yang menggantungkan mata pencaharian di sana.
"Apa yang masyarakat sampaikan hari ini akan menjadi catatan bagi kami. Aspirasi ini akan kami perjuangkan melalui DPRK, sehingga ke depan fasilitas transportasi masyarakat dapat lebih layak, aman dan memberikan kenyamanan," pungkasnya.