Pencarian

Instagram Hukum Akun Influencer AI Tanpa Label Profil Baru

Selasa, 01 September 2026 • 13:56:31 WIB
Instagram Hukum Akun Influencer AI Tanpa Label Profil Baru
Instagram resmi memperketat aturan bagi kreator yang menggunakan karakter manusia hasil rekayasa AI sebagai identitas profilnya.

PAPUA — Instagram resmi memperketat aturan bagi kreator yang menggunakan karakter manusia hasil rekayasa AI sebagai identitas profilnya. Kebijakan ini diumumkan menyusul meningkatnya jumlah akun influencer palsu yang sulit dibedakan dari manusia asli, terutama di tengah makin mudahnya teknologi AI menghasilkan wajah dan konten yang meyakinkan.

Perubahan utama ada pada label 'AI creator' yang diubah menjadi 'AI generated profile'. Label ini ditampilkan di profil dan memberi tahu pengguna bahwa orang di balik akun tersebut dibuat sebagian atau sepenuhnya oleh AI.

Sanksi: Jangkauan Turun di Reels dan Explore

Kreator yang tidak memasang label wajib akan dikurangi jangkauannya. Artinya, konten dari akun tersebut tidak akan direkomendasikan ke non-follower di Reels dan Explore — dua kanal utama untuk menjangkau audiens baru.

Juru bicara Instagram mengatakan pihaknya mendengar masukan dari komunitas yang merasa tertipu ketika mengetahui profil yang tampak seperti manusia ternyata adalah rekayasa AI. "Mereka ingin tahu ketika sebuah profil menampilkan orang rekayasa AI," ujarnya kepada TechCrunch, Selasa (1/9/2026).

Kapan Label Wajib Dipakai?

Label 'AI generated profile' hanya ditujukan untuk profil yang menampilkan karakter manusia buatan AI sebagai subjek utama. Instagram memastikan label ini tidak berlaku untuk penggunaan AI dalam pengeditan foto, penyempurnaan caption, pembuatan grafik, atau penyesuaian kreatif lainnya.

Pemilik akun yang merasa tidak sengaja dihukum bisa mengajukan banding. Sementara itu, kreator yang sudah menggunakan label baru tidak akan dikenakan sanksi hanya karena memakai karakter AI sebagai subjek profil.

Gelombang Influencer Palsu dan Risiko Misinformasi

Langkah ini muncul setelah investigasi media mengungkap maraknya influencer AI di berbagai platform. The Guardian menemukan gelombang akun palsu yang mempromosikan aplikasi dan brand, sementara The New York Times melaporkan ratusan influencer AI membagikan konten kesehatan, termasuk yang mengaku sebagai dokter.

Meski sebagian besar konten tidak secara eksplisit melanggar aturan Meta, kehadiran akun-akun ini memicu kekhawatiran soal penyebaran misinformasi — terutama di sektor yang memengaruhi keputusan konsumen dan kesehatan publik. Dengan kebijakan baru ini, Instagram mencoba mengembalikan transparansi antara kreator dan audiensnya.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks