Sekitar 2.000 warga di sekitar pantai Mandala, Distrik Jayapura Utara, kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang terjadi Selasa (1/9). Polresta Jayapura Kota menggandeng Labfor Polda Papua untuk menyelidiki penyebab api. Para korban kini mengungsi di tenda-tenda dalam Stadion Mandala, sekitar 200 meter dari titik kebakaran.
JAYAPURA — Kebakaran di sekitar pantai Mandala, Distrik Jayapura Utara, membuat sekitar 2.000 warga kehilangan tempat tinggal. Polresta Jayapura Kota bersama Labfor Polda Papua menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, sementara para korban ditampung di lokasi pengungsian.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan Selasa (1/9). Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen menyebut penyidik reskrim mulai meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui asal api.
Penyelidikan Masih Berjalan, Tujuh Saksi Dimintai Keterangan
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen mengatakan penyidik telah menggandeng Labfor Polda Papua. Sebanyak tujuh orang saksi telah dimintai keterangan dan jumlahnya bisa bertambah.
"Selain melakukan olah TKP dengan melibatkan Labfor Polda Papua, penyidik reskrim juga mulai meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui asal api," kata Fredrickus kepada ANTARA di Jayapura, Selasa.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Penyidik belum menyimpulkan titik awal api atau faktor yang memicu peristiwa tersebut.
Pengungsi Ditampung di Stadion Mandala, Ada Dapur Umum dan Tim Kesehatan
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyatakan warga korban kebakaran saat ini berada di tenda-tenda yang didirikan di lapangan basket Stadion Mandala. Lokasi pengungsian berjarak sekitar 200 meter dari tempat kejadian kebakaran.
"Jarak dari tempat penampungan dengan TKP kebakaran sekitar 200 meter dan kini dilengkapi dengan dapur umum dan tim kesehatan yang siap membantu memeriksa kesehatan bagi warga yang membutuhkan," kata Rustan dalam keterangan terpisah.
Dapur umum beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi. Tim kesehatan juga disiagakan guna melayani pemeriksaan bagi warga terdampak.