PAPUA — Piala Dunia 2026 baru dimulai, namun jumlah kartu merah yang dikeluarkan hampir menyamai total dua turnamen terakhir. Dalam laga Meksiko vs Afrika Selatan, Kamis lalu, wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, mengeluarkan tiga kartu merah langsung—satu untuk Meksiko dan dua untuk Afrika Selatan. Ini pertama kalinya dalam 20 tahun tiga pemain diusir dalam satu pertandingan Piala Dunia, sejak era 2006 yang mencatat 28 kartu merah.
Dua Kartu Merah Afrika Selatan: Satu Jelas, Satu Dipertanyakan
Kartu merah pertama untuk Yaya Sithole tidak kontroversial. Bek Afrika Selatan itu menjatuhkan gelandang serang Meksiko, Brian Gutierrez, yang tinggal berhadapan dengan kiper. Itu pelanggaran denying a goalscoring opportunity (DOGSO) yang jelas.
Namun, kartu merah kedua untuk Themba Zwane menjadi sorotan. Wasit Sampaio menggunakan VAR untuk meninjau insiden di luar bola antara Zwane dan Roberto Alvarado. Alvarado jatuh sambil memegang kepalanya, tapi dari tayangan ulang sulit melihat kontak keras atau kepalan tangan. Dalam aturan FIFA, indikator kekerasan adalah kepalan tangan, namun Zwane terlihat menggunakan telapak tangan terbuka. Banyak pihak menilai keputusan ini terlalu keras dan tidak sesuai semangat VAR yang seharusnya untuk kesalahan "jelas dan nyata".
Kartu Merah Meksiko: Perbandingan dengan Insiden Premier League
Kartu merah ketiga, untuk bek Meksiko Cesar Montes, juga membuat alis terangkat. Montes melakukan tekel ceroboh pada Khuliso Mudau di sisi lapangan. Meski posisi Mudau sedikit melebar, wasit Sampaio langsung mengeluarkan kartu merah untuk pelanggaran DOGSO lagi. VAR tidak turun tangan.
Keputusan ini mendapat pembelaan dari analisis insiden serupa di Premier League musim lalu. Saat Crystal Palace vs Bournemouth, Marcos Senesi menjatuhkan Ismaila Sarr di posisi mirip. Wasit memberikan kartu kuning, lalu VAR memintanya meninjau untuk dinaikkan jadi merah. Wasit menolak, namun panel insiden kunci Premier League menyatakan seharusnya itu kartu merah. Artinya, keputusan Sampaio secara teknis bisa dipertahankan.
Era Collina: Antara Keadilan dan "Dark Arts"
Pierluigi Collina, Kepala Wasit FIFA sejak 2017, dikenal dengan pendekatan longgar terhadap DOGSO jika penalti sudah diberikan. Di dua Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022), hanya ada empat kartu merah per turnamen. Namun, dalam briefing pra-turnamen, Collina justru fokus pada pemborosan waktu dan perilaku buruk pemain—bukan peningkatan jumlah kartu merah.
Kartu merah Zwane bisa masuk dalam kategori "perilaku buruk" yang ingin ditekan Collina. Ia bahkan sudah menerapkan kartu merah untuk pemain yang menutup mulut saat konfrontasi atau meninggalkan lapangan sebagai protes. "Terkadang kartu merah hanya sekadar hukuman yang adil," tulis analisis dalam laporan tersebut, merujuk pada pendekatan Collina yang menekankan keadilan bagi kedua tim.
Apakah Piala Dunia 2026 Akan Penuh Kartu Merah?
Belum bisa dipastikan. Satu laga dengan tiga kartu merah belum tentu menjadi tren. Namun, kombinasi antara aturan DOGSO yang ketat dan fokus baru pada perilaku pemain bisa membuat wasit lebih cepat mengeluarkan kartu. Yang jelas, laga pembuka ini sudah menetapkan standar tinggi untuk turnamen—dan kontroversi wasit dipastikan akan terus menjadi topik hangat.