Pencarian

3 Ancaman Utama Terumbu Karang di Papua: Gempa, Abrasi, dan Sampah, Pemprov Dorong Rehabilitasi

Kamis, 18 Juni 2026 • 04:35:01 WIB
3 Ancaman Utama Terumbu Karang di Papua: Gempa, Abrasi, dan Sampah, Pemprov Dorong Rehabilitasi
Terumbu karang pesisir Papua mengalami kerusakan akibat gempa, abrasi, dan sampah.

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menegaskan urgensi rehabilitasi terumbu karang di wilayah pesisir yang kondisinya sudah rusak parah. Kepala DKP Papua Iman Djuniawal mengungkapkan kerusakan ini dipicu oleh gempa bumi, abrasi, sedimentasi, hingga sampah yang menutupi permukaan karang.

Kondisi Karang di Pesisir Papua Sudah di Ambang Tidak Aman

Iman menyebut sebagian besar terumbu karang di Papua, terutama di kawasan pesisir, mulai rusak dan cenderung berada dalam batas yang tidak aman. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini akan mengancam seluruh ekosistem perairan.

"Perlu dilakukan rehabilitasi dari yang ada saat ini sebagai upaya menumbuhkan kembali karang-karang yang sudah rusak," kata Iman di Jayapura, Rabu.

Mengapa Rehabilitasi Karang Mendesak Dilakukan?

Terumbu karang memiliki peranan vital bagi kehidupan biota laut. Iman menekankan bahwa apabila tidak terpelihara dengan baik, dampaknya akan langsung dirasakan pada ekosistem perairan secara keseluruhan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut merawat karang melalui edukasi tentang dampak langsung jika terjadi kerusakan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah gotong royong membersihkan sampah laut.

PMI Diapresiasi, Warga Diimbau Tidak Merusak Karang

DKP Papua memberikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) yang telah memberikan edukasi dan pengenalan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya terumbu karang. "Ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menyosialisasikan tentang pentingnya terumbu karang bagi kehidupan ekosistem," ujar Iman.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengimbau masyarakat untuk tidak memperlakukan karang seenaknya. "Untuk menghancurkan karang hanya membutuhkan waktu beberapa menit, namun menumbuhkannya butuh waktu hingga puluhan tahun," katanya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Ekosistem Perairan Papua?

Pemprov Papua melalui DKP terus mendorong rehabilitasi karang yang rusak. Upaya ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan organisasi seperti PMI.

Iman berharap kesadaran kolektif untuk melindungi kehidupan karang di wilayah pesisir dapat terus tumbuh. "Kami mengajak semua pihak bergerak bersama dalam melindungi kehidupan karang di wilayah pesisir," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: papua.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks