KEEROM — Pemerintah Kabupaten Keerom di bawah kepemimpinan Bupati Piter Gusbager tak pernah melunak dalam perang melawan minuman keras dan narkoba. Di Negeri Tapal Batas, isu ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman langsung terhadap masa depan generasi muda dan citra daerah.
Kepala Kampung Jadi Garda Terdepan
Bupati Gusbager memberikan ultimatum kepada para kepala kampung di seluruh Keerom. Ia meminta mereka memastikan tidak ada satu pun peredaran miras dan ganja di kampung masing-masing.
“Kampung-kampung yang sering ada anak-anak palang-palang, mabuk-mabuk, miras, dan seterusnya itu tolong bereskan,” ujarnya.
Ancaman pencopotan jabatan pun dilayangkan. Menurut Bupati, kepala kampung yang membiarkan praktik ini dianggap memberi angin segar bagi perusak generasi muda.
Mengapa Miras Jadi “Menu” Utama?
Bupati lulusan The University of Melbourne itu menyadari bahwa pembangunan fisik tidak akan berarti jika moral generasi muda hancur. Ia menginstruksikan agar penolakan miras dijadikan obrolan sehari-hari, bahkan hingga ke meja makan.
“Jadikan di menu setiap hari, orang Keerom harus bicara miras di meja makan. Waktu makan harus bicara penolakan miras,” tegasnya.
Menurutnya, jika peredaran miras dan narkoba tidak diberantas, seluruh hasil pembangunan yang telah berjalan selama ini akan sia-sia.
Keerom Berubah, Tapi Pekerjaan Rumah Belum Selesai
Piter Gusbager mengakui bahwa Kabupaten Keerom kini jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun, ia masih melihat anak-anak muda berkeliaran dan membuat onar di pinggir jalan akibat pengaruh alkohol.
“Orang tidak akan ke Keerom kalau dari mulut ke mulut orang bilang masih banyak orang mabuk di Keerom,” ucapnya.
Ia menilai, masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan agar investasi dan kunjungan ke daerah perbatasan tidak terganggu.
Apresiasi untuk Polres Keerom
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gusbager memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Keerom yang dinilai aktif memberantas peredaran miras dan ganja. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan disebutnya sebagai kunci utama memberantas masalah ini.
“Mari kita bangun Keerom dan selamatkan generasi muda dari miras dan ganja,” pungkasnya.