Pencarian

3 Jenis Buaya di Tanah Papua: Buaya Muara Agresif Berukuran 7 Meter, Buaya Air Tawar Lebih Pemalu

Selasa, 08 September 2026 • 18:01:02 WIB
3 Jenis Buaya di Tanah Papua: Buaya Muara Agresif Berukuran 7 Meter, Buaya Air Tawar Lebih Pemalu
Buaya muara berukuran hingga tujuh meter menghuni pesisir dan muara sungai di Tanah Papua.

JAYAPURA — Pakar buaya Scott Frazier yang pernah meneliti jenis buaya di Tanah Papua bersama Conservation International Indonesia (CII) menyebut buaya sahul dikenal pula sebagai buaya muara air asin atau estuaria. Spesies ini bisa mencapai panjang 7 meter dan hidup di wilayah pesisir, muara sungai, hingga laut.

Buaya Irian: Endemik Air Tawar di Utara Pegunungan Jayawijaya

Scott Frazier, salah satu kontributor ahli dalam buku sains komprehensif "The Ecology of Papua", menjelaskan buaya Irian (Crocodylus novaeguineae) merupakan buaya air tawar endemik. Ukurannya lebih kecil dari buaya muara dengan warna kulit lebih gelap.

Habitat spesies ini berada di sungai, rawa, dan danau di bagian utara Pegunungan Jayawijaya. Prof Dr Ronald Petocz dalam buku "Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya" juga mencatat dua jenis buaya endemik Papua, yakni buaya pantai atau muara sungai (Crocodylus porosus) dan buaya Irian atau Nieuw Guinea.

Perbedaan Karakter: Agresif Versus Pemalu

Buaya muara (Crocodylus porosus) termasuk reptil terbesar di bumi dengan panjang mencapai 5–7 meter dan bobot lebih dari 1 ton. Karakternya sangat agresif, dominan, dan memiliki kekuatan rahang luar biasa.

Sebaliknya, buaya air tawar hanya berkisar 1,5–2,5 meter dengan moncong ramping. Karakternya cenderung lebih tenang dan pemalu. Akibat ketimpangan ukuran ini, buaya air tawar mudah didominasi dan dijadikan mangsa oleh buaya muara.

Penangkaran di Entrop dan Peran Suku Bauzi

Di era 1980 hingga awal 2000an, Kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura memiliki penangkaran buaya milik perusahaan swasta. Anakan buaya diambil dari Sungai Mamberamo, terutama buaya air tawar. Penangkaran itu akhirnya ditutup setelah warga mengeluhkan makanan buaya berupa ikan berbau anyir.

Suku Bauzi di Kabupaten Mamberamo Raya memanfaatkan buaya secara tradisional sebagai sumber protein dan nilai ekonomi. Dulu, perusahaan penangkar bahkan pernah menjual daging dan dendeng buaya di Kota Jayapura.

Spesies Baru Crocodylus halli di Lereng Selatan

Penelitian menggunakan teknik morfometrik geometris menilai variasi bentuk tengkorak antara spesimen buaya dari lereng utara dan selatan Dataran Tinggi Tengah Papua Nugini. Hasilnya, varian selatan secara formal dideskripsikan sebagai garis keturunan berbeda yang dinamai Buaya Papua Nugini Hall (Crocodylus halli).

Crocodylus novaeguineae ditemukan di sisi utara dan selatan dataran tinggi yang membentang dari timur ke barat, membagi pulau menjadi dua bagian. Spesies ini mendiami rawa berumput dan berhutan di daerah air tawar dataran rendah.

Korban Buaya Muara di Kali Tami dan Mimika

Buaya muara di Kali Tami, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura dekat perbatasan Indonesia dan PNG memangsa WNA asal PNG bernama David (21 tahun) pada Selasa, 10 Februari 2026 sekitar pukul 11.00 WIT. Korban tewas di Sungai Tami.

Setahun sebelumnya, nenek berusia 70 tahun bernama Yustina Kairo diterkam buaya di Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Jenazahnya ditemukan warga pada Senin (10/2/2025). Insiden itu menandai masih seringnya konflik antara manusia dan buaya di wilayah Papua.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks