JAYAPURA — Pj Sekda Papua Lukas Christian Sohilait secara spesifik menyebut potensi peternakan sebagai jalan keluar bagi gereja untuk tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. “Apa yang salah kalau hari ini jemaat pelihara babi 50 ekor, 100 ekor dan 100 ekor sehingga ekonomi masyarakat itu ada,” ujarnya di hadapan ratusan umat Baptis dari 30 jemaat yang hadir dalam ibadah pembukaan konferensi.
Gereja Diminta Manfaatkan Semua Potensi Lokal
Menurut Sohilait, situasi efisiensi yang tengah berlangsung bukan alasan bagi gereja untuk berhenti berkarya. Sebaliknya, momentum ini harus dimanfaatkan dengan menggali semua sumber daya yang tersedia di lingkungan jemaat. “Karena itu gereja harus berani mandiri, gunakan semua potensi itu untuk mendapatkan uang itu,” tegasnya.
Pesan ini ia sampaikan mewakili Pemerintah Provinsi Papua sekaligus sebagai anak Baptis Papua. Ia memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konferensi ke-V yang dihadiri para kader, intelektual, tokoh perempuan, dan pemuda Baptis dari tiga wilayah.
Konferensi Baptis Jadi Ajang Evaluasi dan Perkuat Persatuan
Selain soal kemandirian ekonomi, Sohilait juga menekankan peran gereja dalam membina iman jemaat di tengah kondisi sosial yang dinamis. “Situasi hari ini bisa membuat anak-anak menjadi jahat, anak-anak bisa lari dari jalan kebenaran sehingga tugas gereja untuk menjaga mereka,” katanya.
Ia menilai Konferensi ke-V Wilayah Baptis Jayapura, Keerom, dan Yahukimo bukan sekadar pesta rohani, tetapi juga momentum untuk memperkuat organisasi gereja, melakukan pengalihan kepemimpinan, dan mengevaluasi program-program ke depan. “Kegiatan ini juga menunjukkan kekuatan persatuan jemaat,” tambahnya.
Panitia Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Berupa Uang hingga Babi
Ketua Panitia Konferensi ke-V, Anthon Kogoya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua serta seluruh kader dan intelektual Baptis yang telah mendukung acara. Dukungan yang masuk beragam, mulai dari sumbangan uang, babi, hingga bama (bahan makanan).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas sumbangan, baik berupa uang, babi, bama dan sebagainya dalam upaya mendukung suksesnya kegiatan Konferensi ini,” ujar Kogoya. Ratusan umat dari 30 jemaat dalam lingkup pelayanan tiga wilayah itu mengikuti rangkaian ibadah pembukaan dengan khidmat.